Lomba Baca Puisi Perjuangan di Yayasan Sosial Prestasi Lanjut Usia Sumut
‘’Kami sudah coba apa yang kami bisa, tapi kerja belum selesai. Belum apa-apa. Kami sudah beri kami punya jiwa, kerja belum selesai. Belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa.’’
INILAH sebait puisi perjuangan Krawang Bekasi karya Chairil Anwar yang menjadi puisi wajib dalam lomba baca puisi perjuangan menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia ke-66 di Yayasan Sosial Prestasi Lanjut Usia Sumut di Jalan Candi Mendut Medan. Acara ini juga dirangkai dengan acara buka puasa bersama.
Tak cuma satu puisi yang dibawa para peserta. Selain puisi wajib Krawang Bekasi, peserta harus membaca puisi pilihan. Panitia pun menyediakan juga puisi perjuangan yang dapat dipilih peserta yakni Catatan Tahun 1945, Diponegoro dan Pahlawan Tak Dikenal.
Sesuai dengan penyelenggara acara yang dimotori para tokoh senior Sumut diantaranya Ketua Pepabri Sumut Brigjen TNI (Purn) H Muhammad Ali Imran Siregar MBA, Ketua Dewan Kesenian Medan yang juga Ketua Panitia Lomba, Hj Anita Chairunnisa Daryatmo. Ketua dan Sekretaris Yayasan Sosial Prestasi Lanjut Usia Sumut H Sanggup Purba dan Hj Saniwati ini maka 41 peserta lomba juga berasal dari kalangan lanjut usia.
Meski tak muda lagi, namun gaya para peserta lomba baca puisi perjuangan khusus lansia ini tampil memukan mengobarkan semangat kemerdekaan Indonesia. Sembari menjalankan ibadah puasa, suara lantang para peserta lomba baca puisi ini tetap membahana.
Diantara para peserta yang berasal dari kalangan pejuang kemerdekaan, warakauri, istri purnawirawan TNI/Polri ada yang datang dengan memakai pakaian tradisional. Ada pula yang memakai baju ala pejuang kemerdekaan, perawat perang dan sebagainya.
Lebih empat jam para peserta memainkan intonasi, gaya dan gerak dalam melakukan dramatikal puisi-puisi perjuangan tersebut. Dari penilaian para peserta ini, dewan juri yakni Baharuddin Sahputra, Dra F Adla Hasibuan dan Ibnu Hajar SPd ini memlilih 10 peserta terbaik kelompok kakek dan nenek. Pemenang lomba kelompok kakek yakni juara pertama Drs Amrin Karim MHum, juara dua Sauridas, juara tiga SM Napitupulu, juara empat Nurdin Silalahi dan juara lima Pugun Bangun. Sedangkan kelompok neneki Nurida Hutagalung, Hj Lely Farida, Hj Ratni Siti Rahma Hutabarat, Ny Ridwan dan Ny Amir Hamzah.
''Kami sudah coba apa yang kami bisa, tapi kerja belum selesai. Belum apa-apa. Kami sudah beri kami punya jiwa, kerja belum selesai. Belum bisa memperhitungkan 4-5 ribu nyawa.'' INILAH sebait puisi perjuangan Krawang Bekasi karya Chairil Anwar yang
Ketika ditanya, apakah lazimnya mantan presiden upacara di Istana, jawab dia, tidak ada dan tidak ada uu yang mengatur hal itu. "Apakah pak Harto setelah selesai jadi presiden, dia harus hadir di istana, kan juga tidak. Saya kira tidak ada aturan,"

Sungguh perjuangan yang sangat berat untuk bisa mandi sendiri walau sambil duduk di atas closet. Setelah selesai saya langsung mengusulkan untuk batal berangkat. Tetapi kami kemudian berpikir, di sana kan hanya duduk saja dan tidak lama,
Namun, ada syarat yang diminta APG, yakni dilakukan jumpa pers bersama dengan manajemen Garuda. ”Saya hanya ingin menyampaikan bahwa perjuangan kami belum selesai. Memang, sebagaimana disaksikan, kurang lebih pukul 12.30 jumpa pers diadakan.

Dalam sambutannya, Prijanto mengatakan, pemberian unit apartemen sebagai kado kepada sang pejuang merupakan salah satu bentuk kepedulian dari seseorang dan sekelompok orang terhadap perjuangan Ilyas Karim selama ini. Kondisi memprihatinkan yang dialami
Aku sedar kebelakangan ini agak kurang beinteraksi dengan kalian semua di alam maya. kawan-kawan yang sudi membaca dan mengomen di sini, aku mohon maaf. mohon maaf kerana tidak meluangkan waktu menjenguk "rumah" kalian. juga kurang membalas segala komen yang dilontarkan. aku baca kesemuanya. baca dengan penuh jiwa. cuma tangan ini entah kenapa mudah terus menekat punat X dihujung bongkah sana setiap kali selesai membaca. lagi pula, lewat kebelakangan ini kesihatan agak tidak memberangsangkan. sedang berhempas pulas mencari kekuatan untuk berdiri sendiri menjelang penghujung tahun nanti. seriusnya, aku memang sudah nekad untuk berhenti.